Selasa, 03 Maret 2009

SARI KURMA


SARI KURMA

Berkhasiat :

1) Menaikan kadar tormbosit dalam drah, cocok sekali buat DBD
2) Mnguatkan rahim terutama sehabis melahirkan, sangat cocok buat ibu sedang hamil
3) Mencegah Stroke
4) Menambah energi terutama ketika lagi puasa
5) Membantu mengatasi anemia, lesu dan kelelahan setelah bekerja keras.

Di tunggu ya pesanannya,,,

Bisa langsung sms / call, email, YM juga boleh ( Harga terjangaku Hanya Rp 40.000 )

Belum Termasuk Ongkir yak...

HABBATUSSAUDA

Berkhasiat :
Mencegah Batu ginjal, mengatasi asam urat, mencegah alergi, mngontrol kadar gula dalam darah, baik untuk penderita asma dan hepatiits, menjaga dan meningkatkan stamina, mengontrol tekanan darah...

Di tunggu pesanannya yak,,,

Untuk lebih jelasnya bisa langsung call or sms
0856-9993-996 ( Safar )

YM : alan_koto@yahoo.com
email : sfrmaulana@gmail.com

Di tunggu ya Gan...

Selasa, 17 Februari 2009

Memurnikan Tauhid dan Faedahnya

Akhir-akhir ini sadar atau tidak sadar umat Islam sedang di uji kembali iman dan aqidahnya setelah maraknya aliran sesat dan banyaknya orang mengaku-ngaku jadi nabi atau rasul dan Alhamdulillah semuanya dapat diantisipasi dan pertobatan masal disegala lini. kini giliran aqidah atau tauhid umat digerogoti lewat primbon-primbon sekarang sedang marak ditayangkan ditelevisi nasional.

Ulama mengatakan ini cara halus orang untuk menggelincirkan umat untuk mengingkari tuhannya. Sejalan dengan hadist Nabi ; “ Syirik yang dilakukan umatku lebih tersembunyi dari semut halus yang merayap di atas batu besar“ (HR. Al-Hakim). Primbon bukan ajaran Islam tetapi ajaran di luar Islam dan sangat bertentangan dengan Islam hukumnya wajib untuk tidak diikuti.

Tauhid terambil dari bahasa Arab yang asal katanya “Wahid” (satu). Tauhid yang dimaksud adalah mengi’tiqadkan (meyakini) bahwa Allah hanya satu, tidak ada syarikat bagi-Nya. Tauhid itu ada tiga :

1. Tauhid rububiyah

Adalah mengi’tiqadkan bahwa Allah berkuasa diseluruh alam. Berdasarkan firman-Nya,

“ Segala puji bagi Allah, Tuhan penguasa sekalian alam “ (Qs. Al-faatihah/1 : 2)

2. Tauhid uluhiyah

Adalah mengi’tiqadkan bahwa Allah saja yang berhak disembah. Allah berfirman,

“ Dan Tuhanmu adalah Tuhan yang Maha Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melain Dia, yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang “ (Qs. Al-Baqarah/2 : 163)

3. Tauhid asma’ dan sifat

Adalah menetapkan sifat dan nama Allah seperti apa yang ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya tanpa ta’wil (menafsirkan), tamtsil (menyamakan), ta’thil (meniadakan) dan takyif (bagaimana). Seperti Istiwa, tangan, dll. Sebagaimana yang diilustrasikan Syech Siti Jenar yang pada akhirnya dihukum mati. Berdasarkan firman Allah,

“ Tidak ada sesuatu apapun yang serupa dengan Dia, dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (Qs. Asy-Syuura / 42 : 11)

Sesungguhnya Allah SWT memiliki hak atas setiap diri hamba-hambanya dan ini akan ditagih oleh Allah SWT di akhirat nanti. Dalam Al-Qur’an kita diingatkan ; “ Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku “ (Qs. Adz-Dzaariyaat/51 : 56). Korelasi ayat ini adalah kenapa Allah mengutus para Rasul ? karena mengajak manusia beribadah semata-mata hanya kepada Allah dan meniadakan syirik.

Faedah tauhid ada 3 :

1. Menghapuskan dosa

Firman Allah,

“ Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan sesuatu (syirik) dengan dia, dan dia mengampuni dosa yang selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. “ Qs. An-Nisa’/4 : 116)

2. Memperoleh hidayah di dunia

“ Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukan iman mereka dengan kedzaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk “ (Qs. Al-An’am / 6 : 82)

3. Terbebas dari siksa neraka

Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW,

“ Hak seorang hamba atas Allah adalah tidak menyiksa dia apabila tak menyekutukannya dengan sesuatu “ (HR. Bukhari-Muslim)

Tauhid adalah skala prioritas dalam kehidupan umat dan sangat urgen. Tauhid merupakan dasar dan asas agama Islam yang terbentuk dalam kalimat “LA ILAHA ILLA ALLAH“. Maknanya adalah tiada tuhan di langit dan di bumi yang berhak untuk disembah kecuali Allah. Dan ketahuilah bahwa LA ILAHA ILLA ALLAH adalah kunci syurga, sedangkan kunci tidak dapat dibuka jika tak bergigi, maka gigi-gigi itulah syaratnya.

Syarat-syarat LA ILAHA ILLA ALLAH ada 8 :

1. Mengetahui maknanya yaitu meniadakan segala sesembahan selain Allah dan menetapkan sesembahan hanya kepada Allah semata (Qs. Muhammad/47 : 19)

2. Yakin yaitu meniadakan keraguan dalam hati (Qs.Al-Hujuraat/49 : 15)

3. Menerima yaitu menerima kandungan kalimat tersebut dengan hati dan lisanya (Qs. Ash-Shaaffaat/37 : 35-36)

4. Tunduk dan berserah diri (Qs. Az-Zumar/39 : 54)

5. Tunduk dan meniadakan sifat sombong yaitu mengucapkannya secara jujur dari dalam hati (Qs.Al-Ankabuut/29 : 1-3)

6. Ikhlas yaitu membersihkan amal perbuatan dengan niat yang bersih dari segala yang menyekutukan Allah (Qs. Al-Bayyinah/98 : 5)

7. Cinta yaitu mencintai kalimat ini, kandunganya dan orang-orang yang mengamalkanya serta membenci segala sesuatu yang bertentangan dengannya (Qs. Al-Baqarah/2 : 165)

8. Mengingkari semua thoghut (sesmbahan selain Allah) dan meyakini bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan dan sesembahan (Qs. Al-Baqarah/2 : 256)

Wallahu a’lam

Senin, 16 Februari 2009

Solidaritas Kita Pada Palestina

Masih terngiang ditelinga kita invasi Amerika Serikat ke Afganistan dan Irak, menyisakan penderitaan mendalam baik psikis, psikologis dan finansial. Ribuan anak-anak tak berdosa meregang nyawa, ibu-ibu hamil mati sia-sia, orang tua renta tak berdaya beruraikan air mata entah berantah nyawa manusia melayang akibat kekejian dan kebiadapan Amerika dan sekutunya. Penderitaan itu terus terasa sampai sekarang mungkin tak kan terlupakan dalam sejarah dunia.

Kini kepiluan dan kesedihan memuncak menyelimuti saudara kita di Palestina dan seluruh umat Islam di dunia, menyaksikan tank-tank, rudal-rudal, dan bom Zionis Israel menggempur rakyat Palestina terutama di Gaza City. Tidak ada canda tawa, senyum riang, tidak bisa tidur, tidak bisa menanak nasi dan sangat sulit mencari makan dan minum. Hari-hari saudara kita di Palestina dibayang-bayangi penderitaan, ketakutan dan kelaparan. Setiap hari mencicipi suara ledakan bom, tembakan rudal yang menelan korban ribuan. Gedung-gedung hancur bahkan masjid-masjid rata dengan tanah. Itulah potret kebiadapan Zionis Israel yang kita lihat saat ini. Palestina berduka, Islam berduka dan bahkan dunia berduka !!.

Kepongahan Zionis Israel tidak lagi mengindahkan kecaman, hujatan negara-negara di dunia, bahkan Resolusi DK PBB. Justru puluhan skuadron pesawat tempur canggih, tank-tank abrams, heli tempur apache dan wahana antirudall terus dikerahkan.

Zionis Israel tidak hanya penjajah, tetapi negara laknatullah sampai kapanpun. Saudaraku, kita harus sadar dan menyadari siapa sesungguhnya kawan dan lawan Islam ?, semuanya telah tampak dipelupuk mata. Ingatlah kita akan firman Allah : “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka “ (Qs. Al-Baqarah : 120).

Yahudi adalah Israel, sedangkan nasrani adalah Amerika dengan sekutunya. Allah-lah yang Maha Tahu dan Maha Benar atas segala firmannya. Allah SWT. Mengingatkan kita dalam surah Al-Maidah ayat 35 :

“ Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan berusahalah melakukan perbuatan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjuanglah dijalan-Nya, supaya kalian mendapat kebahagiaan”.

Dalam ayat ini terdapat perintah Allah melakukan jihat menyingkirkan segala rintang yang mengingkari ke-Esaan Allah. Dan bukankah pernyataan Ehud Olmert (PM Israel) itu suatu kemungkaran yang ingin menggempur Palestina habis-habisan dan tidak akan menghentikan serangan atau “pembunuhan” ?. Umat Islam wajib hukumnya berjihat untuk mempertahankan negara. Jihad adalah panggilan iman. Tidak mau berjihad padahal telah terang-terangan aqidah, iman, dan negara diserang musuh maka ia adalah kafir. Jihad dalam arti luas tenaga, harta, jiwa dan pikiran. Pada hal Allah memerintahkan kepada kita untuk memerangi musuh yang nyata-nyata menyerang kita. Firman-Nya :

“ Dan perangilah dijalan Allah orang-orang yang memerangi kamu (tetapi) janganlah kamu melampaui batas karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas “ (Qs. Al-Baqarah : 190).

Agaknya semangat inilah yang berurat dan berakar pada saudara kita di Palestina meskipun hanya bersenjatakan batu, kerikil dan rudal buatan sendiri yang notabene tidaklah seimbang dengan persenjataan - alat tempur Israel. Marilah kita mengingat kembali peristiwa perang uhud. Disaat-saat genting mereka membiarkan kaum muslimin berjuang sendirian.

Diantaranya yang terkenal bernama Qazman. Pada mulanya Qazman tidak mau terjun kemedan perang uhud itu, dan memilih tinggal dirumahnya di Madinah. Tetapi apa yang terjadi, kaum wanita disekitarnya mengejeknya terus-menerus sebagai lelaki pengecut. Akhirnya karena malu iapun terjun kemedan laga dengan segala keberaniannya. Singkatnya ia (Qazman) berhasil membunuh 7 orang, kemudian ia mati terbunuh. “Qazman beruntung kau mati sahid” ujar Abul Khaidaq (Abu ‘Amr) detik-detik kematiannya, Qazman menjawab ; saya bertempur bukan karena agama, saya hanya berperang untuk mempertahankan keturunan masyarakat kami.

Sumber lain menyebutkan bahwa diwaktu ajalnya tiba dan badannya penuh lumuran darah, Qazman menyampaikan salam kepada Rasulullah SAW yang juga sedang mengalami luka-luka. Tetapi Rasulullah SAW tidak menjawab salamnya, dan Nabi menyatakan bahwa Qazman berjuang semata-mata karena malu bukan karena Allah SWT. Memang Qazman seorang pahlawan, tetapi sayang dia seorang munafiq.

Dari peristiwa tersebut kita ambil pelajaran bahwa ketika perang berkecamuk dan kemudian kaum muslimin yang lain hanya membiarkan saja tanpa ikut jihad dan atau membiarkannya tanpa memberikan bantuan sedikitpun, maka ia dicap munafiq. Sedangkan orang-orang munafiq tempatnya di dasar neraka, firman-Nya :

“ Sesungguhnya orang-orang munafiq itu ditempatkan pada jurang-jurang api neraka yang paling dalam” (Qs. An-Nisa’ : 145).

Sebagai solidaritas kita minimal dengan memberikan bantuan baik berupa materil (uang, makanan, obat-obatan, dsb) maupun immaterial (fikiran, doa, qunut nazilah, dll) yang dapat membantu dan meringankan penderitaan saudara-saudara kita di sana, berarti kita telah mengorbankan layaknya terjun lansung ke medan perang.

Belajar dari invasi Amerika ke Afganistan, Irak, dan Zionis Israel ke Palestina menyadarkan kita semua betapa lemahnya Umat Islam, tidak berdaya akibat tidak bersatu padu dan istiqomah dalam perpecahan. Sekali lagi ini terjadi karena umat Islam berpecah dan tidak bersatu !!!.

Ya Allah hancurkanlah musuh-musuh-Mu, hancurkan musuh-musuh Islam. Amiin. Bersatulah saudaraku..!.

Apa Dan Kenapa Kita Membantu Palestina ?

Ada satu pertanyaan simple tapi sangat menggelitik hati, kenapa kita mendukung dan memberi bantuan pada Palestina? Sedangkan negara kita sendiri butuh bantuan besar? Ada korban banjir, gempa bumi, kelaparan, kemiskinan dan masih banyak lagi. Saudaraku berangkat dari kehati-hatian al-fakir mencoba menjawabnya karena ada korelasi ibadah baik hablumminallah maupun hablumminannas dari pertanyaan ini. Ada 2 hal mendasar saudaraku :

1. Sebelum rakyat Palestina dijajah, jauh-jauh hari kita sudah merasakan dijajah oleh Belanda terus Jepang. Betapa luka, derita, dan nestapa yang kita rasakan. Ratusan ribu orang korban meregang nyawa. Sebenarnya kita berhutang budi pada Palestina kenapa? Karena pertama kali mendukung perjuangan dan kemerdekaan Indonesia adalah Palestina yaitu Syech Muhammad Amin Al-Husaini tepatnya 06 September 1944, wujud dukungan ini disiarkan lewat radio Berlin Jerman. setahun sebelum Indonesia merdeka. Yang sangat mengharu biru adalah seorang saudagar kaya raya Muhammad Ali Taher menyerahkan seluruh tabungannya di bank Arabia tanpa meminta bukti dan berkata “ Terimalah semua kekayaan saya ini untuk memenangkan perjuangan Indonesia “. Subhanallah.

“ Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan janganlah kamu tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran“. (Qs. Al-Maidah/5 : 2)

2. Kita menolak segala bentuk penjajahan dimuka bumi berdasarkan Qs. Al-Maidah/5 : 3,

“ Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan berusahalah melakukan perbuatan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjuanglah dijalan-Nya, supaya kalian mendapat kebahagiaan”.

“ Dan perangilah dijalan Allah orang-orang yang memerangi kamu (tetapi) janganlah kamu melampaui batas karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas “ (Qs. Al-Baqarah : 190).

“ Dan telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu “ (Qs. Al-Hajj/22 : 39).

Ketiga ayat tersebut terdapat perintah Allah SWT untuk melakukan jihat atau perang menolak segala bentuk penjajahan. Penjajahan itu adalah bentuk kepongahan, keserakahan manusia dalam mengingkari ke-Esaan Allah. Kenapa ? konotasi penjajah adalah pemaksaan kehendak, merampas hak orang lain, berbuat dzalim, merusak strata sosial, bahkan menghancurkan kehidupan manusia secara berkelanjutan. Hal ini sangat bertentangan dengan sunnatullah. Islam mewajibkan umatnya berjihat guna mempertahankan negara dan bangsa. Jihad adalah panggilan iman. Tidak mau berjihad padahal jelas-jelas negara diserang musuh maka ia adalah kafir. Jihad dalam arti luas adalah tenaga, harta, jiwa dan pikiran.

Semangat inilah yang berurat dan berakar pada saudara kita di Palestina meskipun hanya bersenjatakan batu, kerikil dan rudal buatan sendiri yang notabene tidaklah seimbang dengan persenjataan - alat tempur Israel. Marilah kita mengingat kembali peristiwa perang uhud sebagai pembelajaran agar tidak berpangku tangan membiarkan saudara-saudara kita teraniaya ; Disaat-saat genting mereka membiarkan kaum muslimin berjuang sendirian. Diantaranya yang terkenal bernama Qazman. Pada mulanya Qazman tidak mau terjun kemedan perang uhud itu, dan memilih tinggal dirumahnya di Madinah. Tetapi apa yang terjadi, kaum wanita disekitarnya mengejeknya terus-menerus sebagai lelaki pengecut. Akhirnya karena malu iapun terjun kemedan laga dengan segala keberaniannya.

Detik-detik kematiannya, Qazman berucap ; saya bertempur bukan karena agama, saya hanya berperang untuk mempertahankan keturunan masyarakat kami. Sumber lain menyebutkan Qazman menyampaikan salam kepada Rasulullah SAW yang juga sedang mengalami luka-luka. Tetapi Rasulullah SAW tidak menjawab salamnya, dan Nabi menyatakan bahwa Qazman berjuang semata-mata karena malu bukan karena Allah SWT. Memang Qazman seorang pahlawan, tetapi sayang dia seorang munafiq.

Dari peristiwa tersebut kita ambil pelajaran bahwa ketika perang berkecamuk dan kemudian kaum muslimin yang lain hanya membiarkan saja tanpa ikut jihad dan atau membiarkannya tanpa memberikan bantuan sedikitpun, maka ia dicap munafiq. Sedangkan orang-orang munafiq tempatnya di dasar neraka, firman-Nya

“ Sesungguhnya orang-orang munafiq itu ditempatkan pada jurang-jurang api neraka yang paling dalam” (Qs. An-Nisa’ : 145).

Saudaraku, orang yang telah berjasa terhadap kita dan negara kita, kini terbaring lemas terkulai tidak berdaya, hari-harinya penuh penderitaan, kelaparan, ketakutan sangat, tangisan darah bercucuran akibat bom bardir, rudal-rudal penjajah zionis Israel yang merenggut ratusan ribu anak-anak tak berdosa, wanita hamil meregang nyawa, orang tua mati sia-sia. Ratusan masjid roboh, rumah sakit rata dengan tanah. Pupus sudah harapan, kelam sudah kehidupan, suram sudah masa depan. Saudaraku, masih pantaskah kita berpangku tangan dan bertanya kenapa kita membantu Palestina? sungguh kita insan tak beriman. Tak pandai bersyukur dan berterima kasih. Kacang lupa pada kulitnya. Bangsa Palestina sekarang membutuhkan Muhammad Ali Taher berikutnya dari kita bangsa Indonesia. Ingatlah itu saudaraku..!!. Wallahu a’lam bisshowab