Kini kepiluan dan kesedihan memuncak menyelimuti saudara kita di Palestina dan seluruh umat Islam di dunia, menyaksikan tank-tank, rudal-rudal, dan bom Zionis Israel menggempur rakyat Palestina terutama di Gaza City. Tidak ada canda tawa, senyum riang, tidak bisa tidur, tidak bisa menanak nasi dan sangat sulit mencari makan dan minum. Hari-hari saudara kita di Palestina dibayang-bayangi penderitaan, ketakutan dan kelaparan. Setiap hari mencicipi suara ledakan bom, tembakan rudal yang menelan korban ribuan. Gedung-gedung hancur bahkan masjid-masjid rata dengan tanah. Itulah potret kebiadapan Zionis Israel yang kita lihat saat ini. Palestina berduka, Islam berduka dan bahkan dunia berduka !!.
Kepongahan Zionis Israel tidak lagi mengindahkan kecaman, hujatan negara-negara di dunia, bahkan Resolusi DK PBB. Justru puluhan skuadron pesawat tempur canggih, tank-tank abrams, heli tempur apache dan wahana antirudall terus dikerahkan.
Zionis Israel tidak hanya penjajah, tetapi negara laknatullah sampai kapanpun. Saudaraku, kita harus sadar dan menyadari siapa sesungguhnya kawan dan lawan Islam ?, semuanya telah tampak dipelupuk mata. Ingatlah kita akan firman Allah : “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka “ (Qs. Al-Baqarah : 120).
Yahudi adalah Israel, sedangkan nasrani adalah Amerika dengan sekutunya. Allah-lah yang Maha Tahu dan Maha Benar atas segala firmannya. Allah SWT. Mengingatkan kita dalam surah Al-Maidah ayat 35 :
“ Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan berusahalah melakukan perbuatan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjuanglah dijalan-Nya, supaya kalian mendapat kebahagiaan”.
Dalam ayat ini terdapat perintah Allah melakukan jihat menyingkirkan segala rintang yang mengingkari ke-Esaan Allah. Dan bukankah pernyataan Ehud Olmert (PM Israel) itu suatu kemungkaran yang ingin menggempur Palestina habis-habisan dan tidak akan menghentikan serangan atau “pembunuhan” ?. Umat Islam wajib hukumnya berjihat untuk mempertahankan negara. Jihad adalah panggilan iman. Tidak mau berjihad padahal telah terang-terangan aqidah, iman, dan negara diserang musuh maka ia adalah kafir. Jihad dalam arti luas tenaga, harta, jiwa dan pikiran. Pada hal Allah memerintahkan kepada kita untuk memerangi musuh yang nyata-nyata menyerang kita. Firman-Nya :
“ Dan perangilah dijalan Allah orang-orang yang memerangi kamu (tetapi) janganlah kamu melampaui batas karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas “ (Qs. Al-Baqarah : 190).
Agaknya semangat inilah yang berurat dan berakar pada saudara kita di Palestina meskipun hanya bersenjatakan batu, kerikil dan rudal buatan sendiri yang notabene tidaklah seimbang dengan persenjataan - alat tempur Israel. Marilah kita mengingat kembali peristiwa perang uhud. Disaat-saat genting mereka membiarkan kaum muslimin berjuang sendirian.
Diantaranya yang terkenal bernama Qazman. Pada mulanya Qazman tidak mau terjun kemedan perang uhud itu, dan memilih tinggal dirumahnya di Madinah. Tetapi apa yang terjadi, kaum wanita disekitarnya mengejeknya terus-menerus sebagai lelaki pengecut. Akhirnya karena malu iapun terjun kemedan laga dengan segala keberaniannya. Singkatnya ia (Qazman) berhasil membunuh 7 orang, kemudian ia mati terbunuh. “Qazman beruntung kau mati sahid” ujar Abul Khaidaq (Abu ‘Amr) detik-detik kematiannya, Qazman menjawab ; saya bertempur bukan karena agama, saya hanya berperang untuk mempertahankan keturunan masyarakat kami.
Sumber lain menyebutkan bahwa diwaktu ajalnya tiba dan badannya penuh lumuran darah, Qazman menyampaikan salam kepada Rasulullah SAW yang juga sedang mengalami luka-luka. Tetapi Rasulullah SAW tidak menjawab salamnya, dan Nabi menyatakan bahwa Qazman berjuang semata-mata karena malu bukan karena Allah SWT. Memang Qazman seorang pahlawan, tetapi sayang dia seorang munafiq.
Dari peristiwa tersebut kita ambil pelajaran bahwa ketika perang berkecamuk dan kemudian kaum muslimin yang lain hanya membiarkan saja tanpa ikut jihad dan atau membiarkannya tanpa memberikan bantuan sedikitpun, maka ia dicap munafiq. Sedangkan orang-orang munafiq tempatnya di dasar neraka, firman-Nya :
“ Sesungguhnya orang-orang munafiq itu ditempatkan pada jurang-jurang api neraka yang paling dalam” (Qs. An-Nisa’ : 145).
Sebagai solidaritas kita minimal dengan memberikan bantuan baik berupa materil (uang, makanan, obat-obatan, dsb) maupun immaterial (fikiran, doa, qunut nazilah, dll) yang dapat membantu dan meringankan penderitaan saudara-saudara kita di sana, berarti kita telah mengorbankan layaknya terjun lansung ke medan perang.
Belajar dari invasi Amerika ke Afganistan, Irak, dan Zionis Israel ke Palestina menyadarkan kita semua betapa lemahnya Umat Islam, tidak berdaya akibat tidak bersatu padu dan istiqomah dalam perpecahan. Sekali lagi ini terjadi karena umat Islam berpecah dan tidak bersatu !!!.
Ya Allah hancurkanlah musuh-musuh-Mu, hancurkan musuh-musuh Islam. Amiin. Bersatulah saudaraku..!.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar